Skip to content

Indonesia Kembali Juarai Asean Cyberkids Camp di Filipina

Agustus 14, 2017

Tim Indonesia, yang terdiri atas Jasmine Nurul Izza Bachtiar dan Alya Laksmi Kamillah yang didampingi oleh Dina Sofiana sebagai tutor, kembali menjadi juara pertama Asean Cyberkids Camp 2017 yang diselenggarakan di Quezon, City, Filipina pada 19-21 Juli lalu. Dalam lomba yang mengusung tema Smart City ini, para peserta dari 10 negara Asean berkompetisi diharuskan membuat program interaktif, games atau animasi dengan program Scratch.

Indonesia yang menjadi juara bertahan Asean Cyberkids Camp 2016 berhasil mendapatkan total nilai 73,3 dan mengalahkan tuan rumah Filipina yang menduduki juara kedua dengan total nilai 72 dan Myanmar di posisi ketiga dengan total nilai 69,7.

Selama pelaksanaan Asean Cyberkids Camp 2017, peserta lomba mengikuti beberapa kegiatan. Beberapa di antaranya design thinking workshop untuk membantu peserta mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kemudian, menerapkannya dalam tema desain mereka.

“Termasuk, mereka harus mengembangkan kemampuan berkomunikasi (menyampaikan pesan) dalam desain yang mereka buat,” tutur Dina Sofiana.

Selain itu, setiap tim harus membuat desain dari sebuat tema dan mencetaknya di FabLab dengan SketchUp and 3D Orinting. Peserta juga melakukan Demonstration Workshop agar peserta belajar tentang internet of things (IoT) seta pemanfaatannya di masyarakat.

Sementara itu, Jasmine Nurul Izza Bachtiar dan Alya Laksmi Kamillah berhak mewakili Indonesia di ajang Asean Cyberkids Camp 2017 setelah menjadi pemenang Indonesia Cyberkids Camp (ICC) 2017. Dalam lomba di dalam negeri itu, dua pelajar tersebut merebut juara pertama dan kedua.

Jasmine merupakan siswi dari SD Highscope Indonesia Bintaro dan Alya dari SD Cerdas Muthahhari Bandung. Mereka berhasil menyisihkan 47 peserta lain yang ikut berlomba.

“Kegiatan ICC diharapkan menghasilkan calon-calon potensial dan kompeten untuk mewakili Indonesia pada Asean Cyberkids Camp 2017 di Manila,” ujar Noor Iza, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kominfo.

Kompetisi ICC 2017, menurut Kepala Pusat Cyber Security Center ITB Yusep Rosmansyah, menjadi ajang lomba kreativitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dunia maya. Kompetisi itu ditujukan mencari warganet muda yang cerdas, kreatif, dan produktif.

“Peserta yang mengikuti ICC ini pelajar SD dengan usia maksimal 12 tahun yang memiliki kemampuan membuat aplikasi, animasi, atau game scratch,” jelasnya.

Sumber: beritasatu.com (24/07/17), bintaronline.id

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: