Lanjut ke konten

Mahasiswa IPB Raih Best Paper ELBIS di Malaysia

Januari 15, 2018

Mahtuf Ikhsan, mahasiswa Manajemen Hutan, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengharumkan nama bangsa dalam ajang konferensi internasional dengan mendapatkan Best Paper Award dalam the 5th International Conference on Education, Law, Business and Interdiciplinary Research (ELBIS) di Grand Seasons Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia pada 21-22 November 2017 lalu.

ELBIS adalah konferensi dunia reguler yang diadakan setiap tahun oleh Emirates Research Publishing yang diikuti oleh peserta dari Spanyol, Denmark, Yordania, Arab Saudi, Yaman, Pakistan, India, Malaysia, Afrika, Singapura dan Indonesia.

Mahtuf adalah peserta termuda. Rata-rata peserta adalah mahasiswa program magister, dan profesor. Makalah yang ditulisnya berjudul “The Role of Institution of Aspect to Create Community Forest Sustainability in Bogor Regency Indonesia (Peran Institusi sebagai Aspek untuk Menciptakan Kelestarian Hutan Rakyat di Kabupaten Bogor Indonesia)”. Di bawah bimbingan Dr Ir Yulius Hero, M.Sc, Mahtuf menggambarkan pengelolaan hutan kemasyarakatan yang ada di Bogor. Ia ingin mengintegrasikan proses produksi dengan industri.

“Produksi dari hutan rakyat bisa langsung terhubung dengan industri, sehingga hubungan pada fasilitasi dan pendanaan hutan rakyat dapat berinteraksi dengan industri,” katanya.

Dia membandingkan pengelolaan hutan rakyat di Rumpin dan Leuwiliang. Dari situ, dia tahu bahwa pengelolaan hutan di Leuwiliang lebih baik karena dana tersebut bersumber dari koperasi sehingga lebih teratur, sedangkan dana di Rumpin berasal dari sumber pribadi.

“Metode yang saya gunakan adalah wawancara mendalam dengan menggunakan tiga analisis, yaitu analisis perilaku pemangku kepentingan, analisis biaya transaksi (transaction cost) dan analisis kelestarian hutan,” katanya.

Hasil yang diperolehnya bisa menjadi rekomendasi kebijakan pemerintah, terutama pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI), dalam menyusun peta strategis rencana pengelolaan hutan sosial ke depan dan lebih banyak lagi yang masuk ke pertimbangan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Harapan masyarakat adalah fasilitasi bantuan keuangan dan bantuan bagaimana membentuk koperasi yang baik sekaligus fasilitasi pemeliharaan hutan (Silviculture Technique) guna meningkatkan produktivitas hutan rakyat.

Sumber: ipb.ac.id (12/01/18)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: