Lanjut ke konten

Dengan Sisir Antiparasit, Mahasiswa Unibraw Raih Medali Emas di Malaysia

Juni 5, 2018


Tim mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang dari Fakultas Teknik dan Kedokteran Hewan (FKH) dengan karyanya berupa sisir antiparasit untuk hewan peliharaan berhasil memenangkan medali emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYEI) 2018 dalam gelaran ITEX ’18 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia pada 9–12 Mei lalu.

Tim yang terdiri dari Muhammad Husni Mubarok (Mesin ’15), Riza Aldiansyah Fanani (Mesin ’16), Galuh Purnawati (FKH ’14), Safa Aisyah (FKH ’14), dan Ridha Avicena Ila (FKH ’16) berhasil meraih prestasi tersebut dengan menciptakan sisir antiparasit yang disebut LOVE.COM (Low Voltage and Antiparasitic Smart Comb).

Seperti kita ketahui bersama, kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan yang banyak diminati oleh masyarakat. Namun, terdapat beberapa masalah yang sering timbul ketika berinteraksi dengan hewan kesayangan tersebut, yaitu adanya infeksi ektoparasit, yang juga bisa menular ke manusia.

Saat ini penanggulangan ektoparasit dilakukan dengan penggunaan bahan kimiawi (Insektisida). Efek samping dari penggunaan insektisida secara terus menerus bisa menimbulkan ruam pada kulit, iritasi, hingga keracunan. Cara penanggulangan ektoparasit lainnya adalah dengan pencabutan ektoparasit satu-persatu yang dirasa kurang efektif.

Sisir karya mahasiswa Unibraw ini menggunakan sengatan listrik voltase rendah yang dikombinasikan dengan spray herbal antiparasit ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) serta cairan pengharum herbal, minyak atsiri.

“Kami menggunakan listrik 15 mA (18 V in curcuit) yang dialirkan pada bagian dalam sisir dan jari jari sisir untuk memusnahkan parasit,” kata ketua tim, Husni.

Pada komponen sisir juga dialirkan bahan antiparasit herbal yang ditransmisikan oleh selang kecil pada bagian dalam sisir. Antiparasit herbal dan pengharum dikeluarkan melalui lubang tepi sisir dan dikontrol oleh tombol pada bagian pegangan sisir.

Penggunaan LOVE.COM dapat diterapkan secara langsung pada hewan sasaran yang terinfeksi ektoparasit. Di bawah bimbingan drh. Dahliatul Qosimah, M.Kes pengujian dilakukan dengan melihat performa alat dan efektivitas alat dalam membunuh ektoparasit.

“Untuk kedepannya semoga alat ini dapat direalisasikan dan dapat diperjualbelikan secara luas,” harap Husni.

Sumber: prasetya.ub.ac.id (15/05/18)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: