Lanjut ke konten

Tim UGM Juara Dunia Ideas for Action 2018

Juni 25, 2018

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dengan mengusung teknologi Mino Microbubbles, Tim Mino UGM berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi dunia bertajuk Ideas for Action 2018 lewat inovasi yang dapat membantu para petani ikan dalam meningkatkan hasil panen ikan.

Tim beranggotakan Muhammad Nabil Satria Faradis dan Fajar Sidik (alumni Teknik Mesin), Untari Febrian Ramadhani (alumnus FEB), serta Monika Sekar Melati Istanto (Manajemen), Anindtyo Agung Baskoro (Teknik Mesin), dan Muhammad Nur Ardian (Teknik Mesin) dikukuhkan dalam peringkat teratas dalam “14 Innovations to Helps Solve the World’s Toughest Problems” yang diumumkan pada 22 Juni lalu.

Inovasi yang mereka kembangkan terpilih menjadi yang terbaik mengalahkan 2.100 proposal proyek dari berbagai belahan dunia yang didaftarkan di ajang bergengsi ini. Kompetisi ini diikuti 13.000 inovator muda dalam 4.000 tim dari 162 negara.

Kompetisi Ideas for Action merupakan program tahunan, gabungan dari World Bank Group dan The Zicklin Centre for Business Ethics Research di Wharton School-University Pensylvania, Amerika Serikat. Kompetisi ini merupakan platform pengetahuan yang menghubungkan para peneliti dan pemimpin muda dunia yang memiliki keseriusan terhadap perkembangan masa depan dunia untuk berpartisipasi merancang ide dan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Kompetisi berlangsung online dan peserta diminta merancang ide untuk membiayai dan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Nabil.

Nabil menyebutkan teknologi Mino microbubble generator yang mereka ajukan dikembangkan untuk mendorong produksi budidaya ikan. Penerapan teknologi ini mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air sehingga mempercepat pertumbuhan ikan. Sementara sistem lain yang telah ada hanya mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut sebanyak 3-4 ppm.

“Dengan teknologi ini terbukti mampu memperpendek masa panen ikan dan meningkatkan hasil ikan hingga 40%,” jelasnya.

Inovasi yang dirintis sejak tahun 2016 silam ini telah diaplikasikan oleh kelompok petani ikan Mino Ngremboko di Bokesan, Sleman, Yogyakarta. Teknologi pengolahan air ini mampu membantu petani ikan dalam menaikkan hasil panennya sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Hingga kini Mino telah dikembangkan dalam tiga generasi.

Atas kemenangan itu tim MINO diberi kesempatan untuk mempresentasikan dan menyajikan ide-ide mereka selama Pertemuan Tahunan IMF & Bank Dunia. Disamping itu, juga berkesempatan menerima dukungan dan mengunjungi akselerator startup di Wharton School – University of Pennsylvania.

Sumber: ugm.ac.id (24/06/18), matakota.id (23/06/18)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: