Lanjut ke konten

Tim Mahasiswa UGM Raih 3 Penghargaan di Asian Youth Innovation Awards, Malaysia

Maret 18, 2020

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mencetak prestasi membanggakan. Dua tim mahasiswanya berhasil meraih 3 penghargaan di ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA)-Malaysia Technology Expo 2020 yang berlangsung pada 20-22 Februari 2020 di Putra World Trade Center (MTE), Malaysia.

Dalam acara yang diikuti ratusan peserta dan menghadirkan 413 inovasi dari berbagai negara dunia ini, 2 tim UGM sukses membawa pulang medali emas, perak, dan special award. Penghargaan diperoleh dari dua kategori, yakni kategori social innovation and enterpreneurial management dan kategori ICT.

Tim yang beranggotakan Samuel T. M. Silitonga (Akuntansi) dan Muhammad Ilham R. Karyanto (D3 Ilmu Komputer) meraih medali emas dari kategori social innovation and enterpreneurial management dengan mengajukan inovasi berupa platform bagi pemberdayaan UMKM di Yogyakarta bernama imart (imart.co.id). Tak hanya menyabet medali emas, tim tersebut juga mendapatkan Special Awards dari Chinese Innovation and Invention Society (CIIS) Taiwan.

“Aplikasi yang tengah kami kembangkan ini menjadi platform yang diharapkan bisa membantu mempromosikan UMKM di Yogykarta,” terang Samuel.

Samuel menuturkan pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi dari adanya ketidaksetaraan yang masih tinggi pada usaha-usaha masyarakat (UMKM) karena minimnya exposure. Hal tersebut juga terkait dengan masih banyaknya broker komoditas yang memiliki akses distribusi sehingga dengan mudah menetapkan harga. Kondisi itu mendorongnya membuat inovasi yang dapat membantu UMKM.

Aplikasi ini dikembangkan dengan sejumlah fitur. Beberapa diantaranya seperti pencarian, pemesanan komoditas UMKM, sistem pembayaran online, dasbor untuk UMKM, serta dasbor analisis data.

Adapun penghargaan berupa medali perak diperoleh tim yang beranggotakan Nadya Anggraini (D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan), Danariyanto (D3 Teknologi Instrumentasi), Ezekiel Prayanta Linting (Teknologi Informasi), Ichlasul Amal (Teknologi Informasi), dan Mukhamad Burhanudin (Teknik Elektro) dari kategori ICT. Mereka membawa karya berupa electronic medical record scanner (Elmers) untuk membantu proses perekaman medis tenaga kesehatan di rumah sakit.

Ichlasul Amal mengatakan rekam medis berbasis digital masih belum dikembangkan di tanah air. Saat ini, rekam medis masih dilakukan secara manual menggunakan kertas.

“Kami mengembangkan elmers agar proses penyalinan rekam medis dari berbasis kertas ke digital bisa dilakukan dengan mudah. Cukup dengan sekali captre  dengan kamera,” jelasnya.

Semoga hasil karya mereka bisa dipalikasikan dan beruna bagi masyarakat luas.

Sumber: ugm.ac.id (09/03/20)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: