Lanjut ke konten

Masjid Raya Sumatera Barat Raih Desain Masjid Terbaik Dunia

Desember 24, 2021

Masjid Raya Sumatera Barat mendapat penghargaan internasional dari Al Fozan Award for Mosque Architecture sebagai salah satu dari tujuh arsitektur bangunan masjid terbaik di dunia. Penobatan tersebut merupakan bagian dari Penghargaan Abdullatif Al-Fozan untuk arsitektur masjid yang digelar di Madinah, Arab Saudi.

Abdullatif Al Fozan Award for Mosque Architecture merupakan organisasi non-profit yang didirikan 2011 dengan fokus utama menyoroti karya arsitektur bangunan masjid di seluruh dunia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Rizal Muslimin sebagai principal architect, tim arsitek PT Urbane, di mana Ridwan Kamil menjadi salah satu pendirinya, dan PT Penta Rekayasa sebagai penyusun DED.

“Jadi yang mendapat penghargaan itu ada tiga kategori. Satu arsitek pemenang sayembara namanya Kang Rizal Muslimin arsitek saya dulu yang di-backup oleh kantor saya, namanya Urbane Indonesia dan PT Penta yang menggambar teknisnya gitu ya,” kata Emil.

Emil mengaku bangga dengan apresiasi dari lembaga internasional. Hal ini membuktikan jika karya anak bangsa mulai diakui dunia.

Tapi ini kebanggaan karena masjid Sumbar diakui sebagai salah satu karya arsitektur terbaik di dunia,” ungkapnya.

Dilansir iqna.ir pada Senin (20/12), tujuh masjid di berbagai negara dinobatkan sebagai pemenang penghargaan tahun ini untuk desain arsitekturnya yang istimewa dan menarik. Sebanyak 201 masjid di 43 negara telah dinominasikan untuk penghargaan internasional, 27 di antaranya terpilih dan akhirnya tujuh diumumkan sebagai pemenang utama.

Penghargaan Abdullatif Al Fozan untuk Arsitektur Masjid membahas ide-ide baru untuk desain masjid di seluruh dunia dan mendorong inovasi dalam perencanaan, desain, dan teknologi yang dapat membentuk identitas arsitektur masjid di abad kedua puluh satu.

Masjid calon tahun ini dikategorikan ke dalam empat kategori yakni masjid pusat, masjid Jami’, masjid lokal dan masjid komunitas. Moto dari penghargaan tahun ini adalah “Arsitektur Masjid di Abad 21”.

Tujuh pemenang edisi ketiga masjid dengan desain arsitektur terbaik adalah Masjid Raja Abdullah di Riyadh, Masjid Basuna yang terletak di desa Basuna di Sohag Mesir, Masjid Al-Ahmar di Bangladesh. Masjid Raya Sumatra Barat di Indonesia, Masjid Sancaklar yang terletak di Buyukcekmece, lingkungan pinggiran kota di pinggiran Istanbul, Turki, Masjid Amir Shakib Arslan di Lebanon, dan Masjid Agung Djenne di Mali.

Filosofi Desain

Untuk desain atap Masjid Raya Sumbar, Principal Urbane Indonesia Reza Achmed Nurtjahja menuturkan bahwa bentuknya bukan semata-mata menduplikasi model atap bangunan lokal melainkan terinspirasi dari peristiwa peletakan batu Hajar Aswad oleh Nabi Muhammad.

Filosofi desain tersebut menggambarkan bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu. Ketika itu empat kabilah suku Quraisy berselisih pendapat mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempatnya semula.

Nabi Muhammad kemudian membentangkan selembar kain dan meletakkan batu tersebut sehingga dapat diusung bersama oleh setiap perwakilan. “Jadi bentuknya seperti kain terus dibentangkan. Filosofinya berarti keadilan dan tidak ada yang menang sendiri,” jelas Reza.

Sumber: harianhaluan.com (20/12/2021), Kompas.com (21/12/2021)

AFW Knife: Pisau Asal Bogor yang Mendunia

Oktober 21, 2021

Menjelajahi alam akan terasa aman jika dilengkapi berbagai peralatan. Pisau menjadi salah satu yang penting. Sebab, para petualang bisa melakukan segala hal bahkan hingga melindungi diri dari serangan binatang buas.

Kota Bogor, rupanya memiliki satu pengrajin pisau adventure yang hasilnya tak bisa dipandang sebelah mata. Dialah Afriana Wiradikarta.

Ditemui di rumah sekaligus bengkelnya di bilangan Bojongkerta Bogor Selatan, Kang Afri, sapaan akrabnya mengatakan, pada dasarnya hobi berpetualang, terutama naik gunung.

Maka, tak heran pisau adventure adalah benda wajib yang dibawanya kala itu.

“Kuliah di Jurusan Pertanahan IPB pun mengharuskan saya melakukan penelitian ke hutan dan pisau adventure wajib dibawa, jadi hobi mengkoleksi yang kebanyakan produk luar negri. Saat itu memang kebutuhan,” ujarnya.

Sempat bekerja di berbagai tempat, kata Afri, awalnya hanya iseng membuat pisau adventure karena kebutuhan, lalu diunggahnya di sosial media. Komentar positif berdatangan hingga tak sedikit temannya yang minta dibuatkan, tiap koleksinya terpampang nyata di Facebook AFW Knife.

“Saya iseng buat dengan peralatan seadanya, kalau pengetahuan membuat pisau adventure sudah sejak lama dimiliki, tinggal eksekusinya saja,” tuturnya.

Dijelaskan Afri, menjadi berbeda dibanding pisau pada umumnya, pisau adventure lebih spesifik penggunaannya pun multiguna. Dari segi bahan pun menjadi pembeda, baja kualitas premium jadi pilihan Afri.

“Dicari memang yang rekomendasinya bagus, ngambil dari Jepang, Jerman juga Swedia. Tidak langsung ke negerinya, kebetulan ada teman yang menjual dengan eceran,” bebernya.

Lebih lanjut Afri mengatakan, semua logam pada umumnya bisa dibuat tajam. Poin utama dari produknya yang memiliki brand AFW Knife adalah keras juga kuat. Maka tak heran jika harga yang dipatok Afri cukup tinggi, namun sebanding dengan kualitas yang didapat.

“Yang mempengaruhi harga itu dimensi, bahan juga desain. Mulai dari Rp100.000 hingga di atas Rp3 juta,” kata pria kelahiran Sumedang 9 Juli 1969 ini.

Berkat kualitasnya, pisau adventure Afri sudah melanglang buana hingga luar negeri. Seperti, Swedia menjadi negara pertama yang dikirimi Afri produknya. AFW Knife kini sanggup menusuk dan menembus pasar internasional. Beberapa kolektor dari negara Jepang, Malaysia, Brunai Darusallam, Kanada, Amerika, Norwegia, Polandia, dan sejumlah negara di Timur Tengah.

“Sejauh ini belum mengusung desain yang bercirikan kota Bogor, masih ide kreatif sendiri. Biasanya dapat ide dari internet untuk kemudian diaplikasikan,” ungkapnya.

Masih kata Afri, ragam jenis pisau adventure dimilikinya, semisal skinner juga bowie, selain tentunya pisau dapur pun dibuat Afri. Logam, kayu juga kulit menjadi patokan Afri dalam membuat pisau adventure.

“Logam di pisau, kulitnya pada sarung dan kayu atau tulang pada desain. Pisau adventure yang paling rumit dengan mood bagus sekiranya selesai 3-4 hari,” ungkapnya.

Menurut dia, bumbu utama mengapa pisau adventure buatannya begitu kuat, keras juga tajam ada pada proses hardening. Menjadi “mahal” harganya, sebab Afri melakukan tiap prosesnya masih terhitung manual juga tradisional.

“Seluruhnya belajar secara otodidak, karenanya ilmu yang saya miliki ini tak ingin dimakan sendiri. Mereka yang tertarik bisa belajar bareng, datang langsung saja ke rumah. Tak sedikit yang sudah belajar, tapi kebanyakan mereka dari luar kota,” tandasnya.

Sudah banyak desain pisau yang berkelebat meluncur dari bengkel kerjanya yang letaknya tak jauh dari tol Bocimi itu. Kebanyakan dari jenis tactikal atau skinner, bowie yang tergolong pisau komersial. Sisanya dari jenis tusuk macam belati atau pisau komando, pisau lempar, dan jenis tebas seperti golok.

“Saya bikin sesuai pesanan dari Mapala, anggota Korem, Paspampres dan Brimob banyak yang pesan ke saya. Untuk anggota pesan secara personal, untuk dibawa bertugas seperti ke Papua,” ujarnya.

Apalagi, dia bisa membuat pisau apa saja. Sesuai desain dari pemesan. Mau senjata ala-ala Jepang seperti shuriken, pisau fuko senjata khas Skandinavia pun bisa dibuatkan.

Selain mutu yang lebih baik, atau setidaknya sejajar, daya saing lainnya didorong oleh harganya yang jauh lebih murah daripada produk pisau luar negeri. Hal ini pula yang membuat emak-emak di Bogor pun banyak yang memesan pisau dapur.

“Saya pernah membuat pedang katana dijual seharga Rp 8,5 juta. Untuk pisau jenis bushcraft atau petualang dijual dengan kisaran Rp 350-Rp 450 ribu. Termahal Rp 800 ribu ukuran standar jenis besinya D2 dari Swedia,” ungkap dia.

Sumber: bogor.pojoksatu.id/ (03/05/16), liputan6.com (24/03/19)

Noor Titan: Peneliti MIT yang Cari Solusi Sumber Listrik yang Murah dan Bersih

Oktober 9, 2021

Di tengah masalah energi dunia dan krisis iklim yang semakin parah, para peneliti fokus mencari solusi untuk menghadirkan sumber energi bersih yang bisa mengurangi dampak krisis. Bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga murah dan bisa dijangkau masyarakat. Hal itulah yang coba dilakukan Noor Titan Putri Hartono, peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) asal Indonesia, yang bercita-cita membantu pemerataan akses listrik di tanah air.

Noor Titan Putri Hartono di MIT

Seru banget sih kayak nyampur-nyampur, kayak gimana ya kalau misalkan aku tambahi itu, oke order material baru, kita coba… ‘Mari kita coba,’ kayak Sisca Kohl gitu, hahaha…,” ujarnya.

Wanita yang ceria dan humoris ini adalah peneliti di Laboratorium Riset Photovoltaic MIT di Boston, AS. Sejak tahun 2016, ia fokus mengembangkan material panel surya yang lebih murah dan efisien.

“Karena saat ini kan harganya mahal banget nih, dan susah banget kalau misalkan kita pengen punya di Indonesia,” ungkapnya.

Hal itulah yang mendorong Titan menekuni penelitiannya. Pemerataan akses listrik di Indonesia, menurutnya, bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Bukan saja karena ramah lingkungan, tapi juga, “karena itu nggak butuh transmisi dari pulau Jawa, tapi kita bisa bangun di pulau tersebut, kayak microgrid, terus orang-orang bisa langsung menikmati listriknya di tempat tersebut.”

Membuat Lebih dari 1.000 Sampel

Titan memulai pencarian material panel surya murah ketika mengambil studi pascasarjana di MIT lima tahun lalu, persis setelah menyelesaikan pendidikan S1 di kampus yang sama. Tanpa jeda, perempuan asal Cimahi, Jawa Barat itu melanjutkan penelitian tersebut saat menempuh pendidikan doktoral – lagi-lagi – di MIT.

“Kalau kita lihat panel surya di market gitu, kan rata-rata kebanyakan, sekitar 80 persennya itu dari silikon. Tapi silikon itu, salah satu drawback-nya dia lumayan mahal, karena kayak bikin infrastrukturnya, untuk processing-nya itu sangat mahal. Kalau perovskite ini, dia diprediksi harganya bisa jadi lebih murah, dan efisiensinya itu udah comparable sama silikon,” tutur Titan, “Tapi ada satu challenge-nya itu adalah dia kurang stabil.”

Menemukan formula perovskite yang stabil lantas menjadi fokus utama Titan. Perovskite sendiri adalah mineral yang sudah ditemukan sejak abad ke-19. Akan tetapi, jenis perovskite yang dikembangkan khusus untuk panel surya baru diteliti satu dekade terakhir.

Setelah membuat lebih dari 1.000 sampel, Titan akhirnya berhasil menciptakan komposisi perovskite yang delapan kali lebih stabil dari sebelumnya. Namun, perjalanan untuk sampai pada tahap produksi massal sebagai bahan utama panel surya masih amat panjang.

“Sebenarnya kan sekarang tuh udah ada beberapa startup – di AS ada, di Inggris juga ada – oleh profesor-profesor yang lumayan besar namanya di bidang ini. Mereka berusaha pushing ini ke manufacturing stage,” jelasnya. “Jadi, aku sih berharapnya mungkin dalam 10 tahun ke depan mungkin kita bisa dapat visible product, produk yang beneran ada bentuknya.”

Penemuan Penting Energi Terbarukan

Mentor Titan selama tiga tahun terakhir dalam penelitian itu, Shijing Sun, kagum dengan etos kerjanya di laboratorium.

“Tak diragukan lagi, Titan adalah peneliti yang sangat berbakat. Ia selalu menemukan solusi atas berbagai masalah sulit,” ungkap Sun. “Meski saya membimbingnya dalam penelitian, ia telah mengajarkan kepada saya hasrat yang besar terhadap sains dan teknologi, demikian juga dengan gaya kerjanya yang sangat rapi dan pekerja keras.”

Ia yakin penemuan Titan memperbesar kemungkinan produksi skala besar teknologi panel surya baru.

“Jenis sel surya yang diteliti Titan itu berbiaya rendah, ringan dan fleksibel, sehingga memungkinkan untuk dipasang di atap mobil Anda atau perangkat elektronik portabel. Sel surya ini menunjukkan arah baru dalam upaya mempermurah harga teknologi terbarukan.Ini adalah temuan penting yang memberikan secercah harapan pada komersialisasi teknologi baru ini, dan bisa memberi manfaat bagi kita,” ujarnya.

Penelitian itu belum usai. Setelah meraih gelar Ph.D. dari MIT Juni lalu, Titan berencana melanjutkan kiprahnya ke Jerman untuk terus mencari solusi energi terbarukan yang murah dan mudah diakses masyarakat.

Satu pesannya bagi siapa pun yang ingin menapaki karier sebagai peneliti:

“Nggak apa-apa kalau misalkan hari ini nggak produktif, atau nggak apa-apa kalau misalkan stuck selama satu minggu, dua minggu atau sebulan, asalkan kita selalu mikirin cara gimana jalan keluarnya, atau mencoba ngomong ke orang lain – meskipun belum ketemu jawabannya ya. Itu menurut aku, kita tetap ada progress-nya. Jadi, don’t be discouraged kalau misalkan kita stuck dalam satu hal untuk waktu yang agak lama. Small steps matter,” pungkasnya.

Sumber: VOAindonesia.com (15/09/21)

Greysia/Apriyani Raih Emas Pertama di Olimpiade Tokyo 2020

Agustus 2, 2021

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan di laga final, Senin 2 Agustus 2021. Bermain di Musashino Forest Plaza, Greysia/Apriyani berhasil menang straight game, 21-19, 21-15 dalam durasi laga selama 54 menit. 

Dari segi usia, peringkat, dan head-to-head kubu lawan lebih diuntungkan. Greysia, 33 tahun, dan Apriyani, 24 tahun, saat ini berada di peringkat keenam bulu tangkis dunia. Qing Chen Chen, 24 tahun, dan Yi Fan Jia, 24 tahun, menempati ranking ketiga dunia. Dalam pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia masih tertinggal 3-6.

Pada game pertama, Greysia/Apriyani tampil meyakinkan. Mereka mampu tampil tenang di tengah tekanan lawan. Sempat tertinggal satu angka, Greysia dan Apriyani menyamakan kedudukan pada poin 1-1. Mereka terus memimpin, lalu disamakan lawan pada poin 11-1. Setelah itu, mereka terus melesat. Keduanya sempat kehilangan empat poin beruntun dari posisi 19-14, tapi kemudian mampu kembali menemukan permainannya dan akhirnya merebut game awal itu dengan 21-19.

Pada game kedua, kondisi nyaris sama kembali tercipta. Setelah skor 1-1, Greysia/Apriyani terus melesat meninggalkan lawannya. Greysia/Apriyani terus bermain maksimal di game kedua ini. Poin demi poin mereka raih dan terus mengungguli lawannya. Pergerakan poin berikut bisa jadi gambaran dominasi mereka: 3-1, 3-2, 7-2, 7-4, 8-5, 9-7, 11-7, 16-9, 18-10.

Setelah bermain selama 60 menit, Greysia/Apriyani akhirnya berhasil memastikan kemenangan dengan merebut set kedua itu dengan skor 21-15. Poin terakhir sempat di-challenge, lawan, tapi akhirnya dinyatakan masuk. Keduanya lantas larut dalam kebahagiaan luar biasa.

Kemenangan Greysia/Apriyani membuat torehan sejarah bulu tangkis ganda putri Indonesia. Pasangan ini mencatatkan diri sebagai peraih medali emas di Olimpiade pertama kalinya bagi Indonesia, juga merupakan peraih medali pertama di sektor ganda putri. 

Jika menilik sejarah, sebelum Greysia/Apriyani meraih emas pada hari ini, sektor ganda putri merupakan satu-satunya yang belum pernah menyumbang prestasi di Olimpiade. Namun, kini kekosongan di sektor tersebut sudah terisi. 

Sejak bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia total telah meraih 8 medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis. 

Mantan pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Susi Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma merupakan dua pemenang emas pertama Indonesia. 

Kesuksesan Indonesia di bulu tangkis olimpiade berlanjut di Olimpiade Atlanta 1996, di mana ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Subagja sukses pulang dengan medali emas. 

Sumber: kompas.tv, sport.bisnis.com (02/08/21)

Atlet Panjat Tebing Indonesia Pecahkan Rekor Dunia di IFSC World Climbing Cup 2021, AS

Mei 30, 2021

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, mengharumkan nama bangsa dengan berhasil menjadi juara dunia dalam International Federation of Sport Climbing (ISFC) World Climbing Cup musim 2021 yang berlangsung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat pada 28 Mei 2021 waktu setempat.

Dalam kejuaraan dunia panjat tebing tersebut, Leonardo sukses meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia dan mengungguli atlet senegaranya, Kiromal Katibin, di nomor speed putra. Sementara itu, medali perunggu jatuh ke tangan Marcin Dzienski asal Polandia, usai mengalahkan John Brosler dari Amerika Serikat.

Kemenangannya semakin lengkap setelah memecahkan rekor dunia nomor Men’s Speed dengan torehan waktu 5.208 detik dalam tantangan di wall dengan ketinggian 15 meter.

Sebelumnya, rekor di ajang tersebut juga ditorehkan oleh Kiromal Katibin pada babak pertama, dengan torehan waktu 5,258 detik. Kiromal menorehkan catatan waktu 5,258 detik saat menghadapi atlet tuan rumah, Darren Skolnik.

Catatan Katibin, yang baru pertama kali tampil dalam Piala Dunia IFSC, lebih baik 0,222 detik dari rekor dunia sebelumnya yang dipecahkan oleh atlet asal Iran, Reza Alipourshenazendifar pada kejuaraan panjat tebing di Nanjing, China, April 2017 silam.

Setelah Veddriq Lenoardo dan Kiromal Katibin melewati tiga babak eliminasi, pada babak final dan perebutan medasi emas, Leonardo melesat memanjat ke atas dinding setinggi 15 meter untuk finish tercepat.

“Saya sanagt senang hari ini atas medali emas dan keberhasilan memecahkan rekor dunia,” kata Leonardo.

“Sungguh luar biasa bisa bersaing dengan rekan senegara saya. Kami datang ke sini bukan untuk meraih kemenangan, tapi untuk memecahkan rekor,” sambungnya.

Untuk diketahui, IFSC World Climbing Cup musim 2021 masih menyisakan enam putaran lagi untuk displin speed.

Putaran terakhir IFSC Word Climbing Cup 2021 rencananya akan berlangsung pada 30-31 Oktober di Jakarta, Indonesia.

Sumber: ngelmu.co (30/05/21)

Aplikasi Jakarta Kini (Jaki) Raih Gelar Champion Project dari WSIS Prizes 2021

Mei 6, 2021

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, aplikasi JAKI (Jakarta Kini) berhasil mencetak prestasi dengan meraih gelar Champion Project dari World Summit on Information Society (WSIS) Prizes 2021 yang berkedudukan di Jenewa, Swiss.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha mengatakan, keberhasilan JAKI tak lepas dari dukungan warga Jakarta. 

 “Pencapaian ini menjadi dorongan Jakarta Smart City untuk terus mengembangkan JAKI agar dapat menjadi super-app andalan warga Jakarta,” kata Yudhistira dalam keterangannya, Rabu (28/4). 

Meski penilaian masih berlangsung, namun warga Jakarta patut berbangga karena JAKI telah berada pada tahap seleksi akhir dan masuk sebagai Top 5 Kategori e-Government.

Pemenang dari tiap kategori WSIS akan diumumkan di acara puncak pada 18 Mei 2021 mendatang. Menunggu momen itu tiba, mari terus pantau dan dukung JAKI dalam ajang bergengsi ini.

Diketahui, dengan aplikasi JAKI yang diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada September 2020 itu, warga Jakarta bisa melaporkan berbagai kejadian dan langsung bisa melihat tindak lanjut dari pemerintah. 

Laporan warga ditargetkan sampai maksimal enam jam ke satuan kerja perangkat daerah terkait dan ditindaklanjuti dalam waktu tujuh jam.

Cara kerja sistem laporan masyarakat di aplikasi Jaki hampir sama dengan Qlue. Hanya saja, warga tidak bisa melihat laporannya sudah ditindaklanjuti atau belum pada aplikasi Qlue.

Sumber: rmoldkijakarta.id (28/04/21)

10 Brand Indonesia Juara Global Brand Award 2020-2021 di London, Ingggris

April 6, 2021

Pengakuan bergengsi World Branding Awards atas brand global diselenggarakan pada 11 Maret 2021 di London, Inggris. Ajang penghargaan “Brand of The Year” awards melibatkan 400 merek dari lebih dari 45 negara, yang dinominasikan oleh 259.000 konsumen di seluruh dunia.

Beberapa merek terbaik Indonesia ini dianugerahi penghargaan tersebut di tingkat nasional, mulai dari Perusahaan kecap, Bango yang terkenal dengan Festival Jajanan Bango, hingga produk Tropicana Slim. Berikut adalah 10 Brand Terbaik Indonesia di World Branding Awards 2020-2021.

  1. Bango
  2. Frank & Co
  3. HiLo
  4. Kopi Kenangan
  5. Pod Chocolate
  6. Sinar Mas Land
  7. Sosro
  8. Telkomsel
  9. Traveloka
  10. Tropicana Slim.

Sumber: Katadata.co.id (17/03/21)

Bersama Elon Musk, Anis Baswedan Masuk 21 Heroes 2021

Februari 6, 2021

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperoleh penghargaan internasional. Bahkan namanya disejajarkan dengan Elon Musk. Anies masuk daftar 21 Heroes 2021 atau pahlawan transportasi dunia tahun 2021. Penghargaan ini diberikan oleh Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI). TUMI adalah organisasi yang mendorong inisiatif implementasi kebijakan tentang transportasi urban berkelanjutan. Organisasi asal Jerman itu dibentuk oleh 11 mitra bergengsi.

21 Heroes 2021 adalah penghargaan yang diberikan kepada 21 tokoh dunia yang dinilai mampu mengembangkan sistem transportasi urban berkelanjutan di tengah tantangan global menghadapi pandemi Covid-19. Penghargaan 21 Heroes 2021 diberikan kepada mereka yang sukses mengembangkan transportasi pada tahun 2020, terlepas dari tantangan yang sedang dihadapi saat ini, serta berinisiatif untuk mengembangkan mobilitas urban berkelanjutan pada 2021. Anies Baswedan berada di nomor ke-17.

TUMI menyebut Anies bisa memperbaiki sistem transportasi untuk mobilitas warga kota. Anies, menurut TUMI, juga dinilai berhasil menyediakan 63 kilometer jalur sepeda serta melakukan integrasi layanan transportasi publik.

Sejak 2018, Anies sudah menggodok integrasi transportasi. Ketika itu Anies membahas soal penyesuaian tarif, rute, hingga manajemen angkutan umum. Anies juga punya target agar transportasi umum tersedia setiap 500 meter bagi warga. Ketika itu, Anies juga mendapat PR dari Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, agar menyiapkan masterplan transportasi DKi selama 10 tahun.

Saat itu Anies menyebut pembangunan tersebut diperkirakan menelan dana Rp 605 triliun. Dana tersebut akan dibagi menggunakan APBN dan APBD.

Anies menargetkan, dalam 10 tahun, semua integrasi transportasi bisa tuntas. Selain transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, jangka waktu tersebut juga digunakan untuk membangun jalur kereta layang, yang tak mengganggu lalu lintas.

“Saat ini diperlukan TransJakarta yang bisa menjangkau 2.149 km. Hari ini kita baru 1.100 km. Artinya armadanya harus ditambah. LRT yang hari ini hanya 5,8 km. Itu akan dibutuhkan menjangkau lebih dari 130 km. Untuk MRT sekarang 16 km, itu harus dibangun sampai 112 km,” jelas Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

Dengan adanya PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, diharapkan integrasi bisa memajukan transportasi di Indonesia, khususnya Jakarta.

“Harapannya, transportasi umum di Jakarta adalah transportasi umum kelas dunia, kita tidak ingin transportasi umum kita di sini adalah transportasi yang dihindari, tapi transportasi yang dinikmati. Ada hal penting terkait ekonomisnya dan efisiensinya, tapi juga adanya transportasi umum ini mempersatukan,” ucap Anies di kantor Kementerian BUMN, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Menanggapi penghargaan tersebut, berikut adalah ciutan Anies di twitternya, “Pahlawan sebenarnya adalah ribuan orang yang bekerja setiap hari untuk mendorong integrasi transportasi Jakarta, jutaan warga yang ikut menyukseskan dengan memilih berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan transportasi publik. Pengakuan ini adalah buat Kita semua.”

Dikutip dari Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI), berikut nama-nama yang masuk dalam penghargaan 21 Heroes 2021:

1. Elke Van den Brandt, Minister of the Government of the Brussels Capital Region, Belgium

2. Carlos Cadena-Gaitán Transport Secretary of Medellín, Colombia

3. Andriy Bilyy, Transport & Mobility Manager, Lviv City Council, Ukraine

4. Dagmawit Moges, Minister of Transport of the Federal Democratic Republic of Ethiopia

5. Arun Bothra, Chairman and Managing Director of Odisha State Road Transport Undertaking (OSRTC) and Managing Director of Capital Region Urban Transport (CRUT) Odisha, India

6. Elon Musk, SpaceX-Founder and CEO of Tesla, USA

7. Joe Ma, Deputy General Manager of Shenzhen Bus Group Co.Ltd., China

8. Dongho Chang, Traffic Engineer, Seattle, USA

9. Nicolás Estupinan, Secretary of Mobility of Bogotá, Colombia

10. Erion Veliaj, Mayor of Tirana, Albania

11. Felix Weisbrich, Head of the Roads and Parks Department in FriedrichshainKreuzberg, Berlin, Germany

12. Birgit Hebein, Former Executive City Councilor for Urban Planning, Traffic & Transport, Climate
Protection, Energy Planning and Public Participation in Vienna, Austria

13. Nelson Marchezan Junior, Mayor of Porto Alegre, Brazil

14. Anne Hidalgo, Mayor of Paris, France

16. Jeffrey Tumlin, Director of Transportation, San Francisco Municipal Transportation Agency (SFMTA), California, USA

17. Anies Baswedan, Govenor of Jakarta, Indonesia

18. Soumini Jain, Former Mayor of Cochin Corporation in Kochi, India (2015-2020)

19. Zannatul Ferdous, Mayor of Singra, Bangladesh

20. Hassan Ali Joho, Governor of Mombasa County, Kenya

21. Karima Delli, Chairperson of the Transport Committee in the EU Parliament


Sumber: Kompas.com, detik.com, tribunnews.com (05/02/21)

Moorissa Tjokro: Gadis WNI Insinyur Autopilot Tesla

Desember 26, 2020

 

Moorissa Tjokro menjadi satunya-satunya perempuan WNI di tim perangkat lunak Autopilot Tesla Inc. Gadis 26 tahun ini satu dari enam perempuan yang menempati posisi Autopilot Software Engineer di perusahaan mobil listrik yang berbasis di San Fransisco, California, AS.

Moorissa mengakui profesi yang ditekuninya jarang diminati wanita. Belum lama ini dia dipercaya ikut menggarap fitur swakemudi atau Full-Self-Driving untuk mobil listrik Tesla.

“Sebagai Autopilot Software Engineer, bagian-bagian yang kita lakukan, mencakup computer vision, seperti gimana sih mobil itu (melihat) dan mendeteksi lingkungan di sekitar kita,” katanya seperti dikutip dari VOA Indonesia hari ini, Minggu, 20 Desember 2020.

Baca selengkapnya…

Jakarta Youth Choir Raih Grand Prix Winner Lomba Paduan Suara di Roma, Italia

Desember 24, 2020

Tim paduan suara Jakarta Youth Choir mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil menjadi peserta terbaik dengan mendapatkan 4 medali emas dalam ajang Consorco Corale Internazionale Roma 2020, Italia yang berlangsung secara virtual pada 19-20 Desember 2020 dan diikuti 40 paduan suara dari 14 negara, yakni Italia, Rusia, Polandia, Hungaria, Colombia, Kuba, Ukrania, Belarus, Perancis, Belgia, Jerman, Bulgaria, Slovakia, dan Indonesia.

Tim paduan suara binaan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI itu memenangi grand prix kategori utama atau Grand Prix Winner dengan nilai 29,5 dari total 30 poin dan menjadi juara dalam 4 dari 6 kategori yang dilombakan, yaitu, kategori Tradizional Music, Choreographic Folklore, Polyphonic, Music Male Choir dan Pop-Modern-World Fussion. Untuk kategori lain, tim paduan suara ini meraih posisi runner up dan 2nd runner up.

Baca selengkapnya…