Lanjut ke konten

Gita Swara Nassa Raih Juara1 International Folklore Festival & Competition di Austria

Maret 27, 2020

Siswa Sekolah Nasional Satu (Nassa School) Kota Bekasi yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) kesenian Gita Swara Nassa menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menyabet juara I di ajang IX International Folklore Festival and Competition in Vienna, Austria pada pertengahan Februari 2020.

Gita Swara Nassa berhasil menjadi yang terbaik di antara 571 peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara Eropa, seperti Belgia, Prancis, Kroasia, Romania, dan Yunani. Sedangkan dari ASEAN, selain Indonesia, Malaysia menjadi salah satu negara yang ikut memeriahkan ajang ini.

Pelatih sekaligus Pembina Ekskul Gita Swara Nassa, Mohammad Charles menuturkan, sebanyak 52 siswanya terlibat pada festival tersebut. “Mulai dari siswa kelas V hingga kelas XII yang terdiri dari pengiring, pemain angklung, dan penari,” ungkapnya.
Baca selengkapnya…

3 Siswi Madrasah Aliyah Kudus Raih Medali Ajang Inovasi & Teknologi di Thailand

Maret 26, 2020

Indra Faizatun Nisa, Novilla Dwi Candra, dan Alfi Fatimatuz Zahro, siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, berhasil membuat beras berbahan baku buah laut atau lamun, dan lewat karyanya tersebut mereka berhasil meraih medali perunggu pada Kompetisi Intellectual Property Invention di ajang Innovation and Technology Exposition 2020 di Bangkok, Thailand.

Ketiga siswi kelas 11 jurusan MIPA Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah itu berhasil membuat beras analog sebagai pengganti makanan alternatif beras. Beras analog adalah sebutan untuk beras yang berbahan baku dari selain padi.

Untuk membuat beras analog tidaklah sulit, bahan yang dibutuhkan adalah tepung buah lamun yang hanya tumbuh di laut, tepung mocaf, serta jagung. Ketiga bahan ini selanjutnya dicampur dengan komposisi perbandingan tujuh tiga dan satu, dan setelah tercampur selanjutnya dicetak menjadi butiran beras.

Beras analog ini juga diklaim aman dikonsumsi bagi penderita diabetes karena rendah glukosa serta memiliki zat antioksidan lebih dari delapan puluh persen.

Semoga karyanya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Congrats!

Sumber: kompas.tv (15/02/20)

Rahmah Ramadhani Jadi Delegasi Terbaik di Asia Youth International Model UN, Malaysia

Maret 20, 2020

Rahmah Ramadhani, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) memperoleh Grand Award sebagai Delegasi terbaik dalam konferensi Asia Youth International Model United Nations yang diselenggarakan pada 15 – 18 Februari 2020 di Sunway Putra Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia.

Asia Youth International Model United Nations merupakan simulasi sidang PBB bergengsi. Setiap delegasinya dituntut menjadi diplomat negaranya dengan menerapkan skill public speaking, debating, diplomating, brainstorming, hingga collaborating.

Lebih dari 500 peserta bersaing dalam 6 council. Peserta tersebut berasal dari berbagai negara dari benua Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa. Rahmah sendiri berlomba engan 95 delegasi lainnya sebagai delegasi Netherlands di SOCHUM, dengan topik Combating Xenophobia and Bigotry in Sovereign Countries.
Baca selengkapnya…

Tim Mahasiswa UGM Raih 3 Penghargaan di Asian Youth Innovation Awards, Malaysia

Maret 18, 2020

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mencetak prestasi membanggakan. Dua tim mahasiswanya berhasil meraih 3 penghargaan di ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA)-Malaysia Technology Expo 2020 yang berlangsung pada 20-22 Februari 2020 di Putra World Trade Center (MTE), Malaysia.

Dalam acara yang diikuti ratusan peserta dan menghadirkan 413 inovasi dari berbagai negara dunia ini, 2 tim UGM sukses membawa pulang medali emas, perak, dan special award. Penghargaan diperoleh dari dua kategori, yakni kategori social innovation and enterpreneurial management dan kategori ICT.
Baca selengkapnya…

Lewat Aplikasi Planify, Mahasiswa UGM Raih Emas di Bangkok

Maret 2, 2020

Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan karya aplikasi Planify berhasil meraih medali emas di ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition dalam Thailand Inventor’s Day 2020 pada 2-6 Februari lalu di Bangkok.

Dalam event yang diikuti oleh 23 negara ini, tim mahasiswa UGM yang terdiri dari Dhiana Ayu Novitasari dan Fitri Ramadhinta dari FKKMK, Rizqy Anita Putri dari FISIPOL, Joko Triyanto dan Mokh. Rif’an Ardiansyah dari FMIPA mengajukan Planify. Aplikasi yang dirancang kelima mahasiswa ini ditujukan untuk membantu remaja dalam menghadapi quarter life crisis.
Baca selengkapnya…

Lifter Muhammad Faathir Raih 3 Emas & Pecahkan 2 Rekor Dunia

Februari 22, 2020

Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir, membuat kejutan pada Kejuaraan Angkat Besi Junior & Kelompok Muda Asia 2020 dengan meraih 3 medali emas plus memecahkan 2 rekor dunia kelompok muda (youth/13-17 tahun) saat tampil Uzbekistan Sports Complex, Uzbekistan pada 15 Februari 2020 malam.

Remaja 16 tahun itu meraih enam medali emas di kelas 61kg putra saat turun di dua kategori, kelompok muda dan junior (18-20 tahun), pada ajang kualifikasi kategori gold menuju Olimpiade 2020 Tokyo itu.

Bicara tiga medali di kategori kelompok muda, Faathir memperolehnya dari angkatan snatch (119 kilogram), clean and jerk (154 kg), dan total angkatan (273 kg). Hebatnya, tiga catatan Faathir di kategori kelompok muda mengalahkan torehan lima lifter di kategori junior.

Otomatis, Faathir juga menggondol medali emas di kategori junior kelas 61kg.
Menilik raihan itu, Faathir juga memecahkan rekor clean and jerk dan total angkatan atas nama dirinya sendiri yang diciptakan pada kejuaraan serupa, Oktober 2019 lalu. Seperti diketahui, rekor kelompok muda yang bertahan sebelumnya atas nama Faathir ialah 153kg (clean and jerk) dan 272kg (total angkatan).
Baca selengkapnya…

Petenis Christopher Rungkat Cetak Sejarah Raih Juara ATP di India

Februari 14, 2020

Christopher Rungkat (kanan) dan Andre Goransson mengangkat trofi juara ATP Tour 250, Maharashtra Open 2020.

Petenis Indonesia Christopher Rungkat mencatat sejarah dengan meraih gelar pertamanya tahun ini, menjadi kampiun Maharashtra Open 2020. Gelar ini juga merupakan catatan besar bagi tenis Indonesia, sebab untuk kali pertama dalam sejarah, akhirnya ada seorang pemain Indonesia yang menjadi juara pada ajang ATP.

Pada final turnamen berlevel ATP Tour 250 yang d Cetak Sejarahigelar di Pune, India Pada 9 Februari itu, Christo yang berpasangan dengan petenis Swedia Andre Goransson meraih kemenangan atas ganda unggulan ketiga Jonathan Erlich (Israel)/Andrei Vasilevski (Belarusia) 6-2, 3-6, 10-8.

Kemenangan pada Maharashtra Open itu juga menjadi gelar ATP pertama sepanjang karir peraih emas ganda campuran Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 itu. Dengan keberhasilannya itu, Christo berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar USD 15.450 (sekitar Rp 213 juta).

Christo/Goransson sejatinya tidak diunggulkan dalam ajang ini. Namun, mereka sukses menyelamatkan enam dari tujuh break point pada final. Dan forehand terarah Christo, membuat mereka menjadi juara setelah menyelesaikan laga selama 71 menit.

Ini merupakan penampilan kelima Christo berpasangan dengan Goransson dengan hasil terbaik sebelumnya menjadi runner-up di Hyogo Noah Challenfer di Kobe, Jepang.

“Kami merasa sangat gembira seperti Anda bisa lihat pada akhir pertandingan. Saya tidak percaya ini, tetapi ini terjadi,” kata Christo.

“Kami berdua merasa luar biasa. Tahun ini kami mulai di Los Angeles pekan lalu dan bermain bagus. Kami datang ke sini dan mengalami pertandingan putaran pertama yang ketat. Setelah itu, kami merasa luar biasa (selama) turnamen,” lanjut pemain berusia 30 tahun itu.

Tahun lalu, Christo mencapai final ATP Sofia Open saat berpasangan dengan Hsieh Cheng-peng dari Taiwan.

Sumber: jawapos.com (10/02/20)