Lanjut ke konten

Penyiar RCT_Khan Raih Top Global Champion di Bigo Live Awards Gala 2020, Singapura

Mei 22, 2020

Penyiar RCT_Khan asal Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi “Top Global Champion” dan “Top Global Family” di ajang untuk para penyiar berbakat “BIGO Gala Awards 2020” pada 15 Januari 2020 di Capitol Theatre, Singapura.

Ajang ini diselenggarakan perusahaan teknologi terkemuka asal Singapura, BIGO Technology (BIGO), penyedia platform komunikasi modern yang populer seperti Bigo Live (Live Streaming), Likee (Short-form Video), dan imo (Video Communication), dengan menganugerahi pembawa acara live-streaming yang tampil luar biasa di Bigo Live selama setahun terakhir.
Baca selengkapnya…

2 Film Pendek Indonesia Raih Penghargaaan di International Tourism Film Festival, Bulgaria

Mei 14, 2020

Dua film pendek produksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berhasil meraih penghargaan untuk kategori Region Promotional Film dengan judul “Danau Toba: The Biggest Caldera Lake in the World” dan kategori Eco-tourism Promotional Clip dengan judul “Raja Ampat: The King of the Ocean” di ajang International Tourism Film Festival (ITFF) ke-16 di Bulgaria pada 4 Mei 2020.
Baca selengkapnya…

2 Pelukis Cilik Indonesia Raih Penghargaan Kao International Environment Painting Contest

Mei 8, 2020

PT Kao Indonesia mengirimkan 6.079 dari total 16.552 lukisan dalam lomba melukis anak-anak dengan tema lingkungan di ajang The 10th Kao International Environment Painting Contest for Children yang digelar Kao Internasional di Jepang.

Dari total lukisan yang dikirim tersebut, dua anak Indonesia berhasil meraih penghargaan di tingkat internasional kategori Eco Friend Prize, yakni Alvina Damayanti (14) asal Gresik dan Sophie Naysa Gunawan (9) asal Jakarta.

Lukisan Alvina, “Let’s Protect Our Earth from Damage”

Para juri berkomentar tentang lukisan Alvina,“A child with an anxious look, crouching in an unusually tense world, touches the water and a plant. The child is feeling the urge to do something if there is anything that can be done. The painting compels us to think that adults must not, no matter what, destroy the future for our children.”

Lukisan Sophie, “The Tree of Choices”

Adapun komentar para juri tentang lukisan Sophie adalah “The harmony of colors, including clarity and luminosity, is excellent. This painting expresses the message that we should live among nature and preserve it. The day-to-day life scenes such as watering and recycling garbage are richly portrayed and eye-catching.”

Vice President Marketing Kao Indonesia, Susilowati mengatakan lomba melukis internasional ini telah berjalan satu dekade. Tema yang dipilih dalam lomba kali ini, Let’s Eco Together.

Dia menilai, lomba melukis menjadi salah satu wujud nyata pendekatan dari PT Kao terhadap anak-anak dan Indonesia.

“Selama 35 tahun Kao Indonesia hadir di Indonesia. Melalui kegiatan lomba melukis ini, kami secara tidak langsung mengedukasi serta menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan – eco together melalui lukisan, karena gambar adalah bahasa kreatif yang universal yang diharapkan lebih mudah dipahami oleh anak-anak,” kata Susilowati.

Sumber: Jatimnow.com (23/02/20), Kao.com.

Pelajar Indonesia Raih Outstanding Cambridge Learner Awards Internasional

Mei 7, 2020

Setiap tahunnya, murid dari lebih dari 10,000 sekolah di 160 negara mengikuti ujian Cambridge dengan satu tujuan, yaitu lulus dengan nilai terbaik! Ternyata, beberapa pelajar Indonesia tidak hanya lulus, mereka bahkan meraih penghargaan ‘Top in the World’ untuk prestasi cemerlang mereka dalam mata pelajaran matematika, fisika, kimia, serta beberapa mata pelajaran khusus di antaranya ilmu komputer, pariwisata (travel and tourism) dan global perspectives & research.

Cambridge Assessment International Education memberikan penghargaan Outstanding Cambridge Learner Awards kepada 139 murid SMP dan SMA se-Indonesia untuk ujian Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE), AS Level, dan A Level pada Juni dan November 2019.

Sebanyak 38 pelajar Indonesia berhasil meraih prestasi ‘Top in The World’. Penghargaan ‘Top in the World’ merupakan prestasi yang paling bergengsi karena hanya diberikan kepada pelajar yang mendapatkan nilai rata-rata tertinggi di suatu mata pelajaran dibandingkan semua pelajar lain di dunia,

Salah satu murid penerima penghargaan mengagumkan ‘Top in the World’ adalah Hagan Hototo Bagus untuk mata pelajaran Global Perspectives & Research di tingkat AS Level.

“Saya tidak menyangka dapat mencapai nilai rata-rata tertinggi di seluruh dunia. Sebenarnya, waktu itu saya merasa minder dari teman-teman di Jakarta yang mungkin pendidikannya jauh lebih maju, fasilitasnya jauh lebih modern,” ujar siswa kelas 12 di Sekolah Mutiara Harapan, Pangkalan Kerinci, Riau ini,
Baca selengkapnya…

Para Fotografer Indonesia Raih Penghargaan Internasional di Iran

Mei 6, 2020

Para fotografer asal Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional di ajang The 7th Khayam International Exhibition of Photography yang berlangsung di Niavaran Cultural Center Teheran, Iran pada 17 Januari lalu.  . Fotografer Dikye Ariani berhasil raih Best Author Award dan International Federation of Photographic Art (FIAP) Light Blue BadgeKhayyam Gold Medal, Kamal-ol-Mulk Gold Medal dan Kamal-ol-Mulk Silver Medal.

Adapun fotografer Kristanto Lie mendapatkan FIAP Ribbon, Harijanto Budiman memperoleh Kamal-ol-Mulk Bronze Medal dan Candra Naya Photograpic Society memperoleh Khayyam Bronze Medal untuk kategori kelompok. KBRI Teheran menerima seluruh penghargaan tersebut untuk selanjutnya diserahkan kepada para pemenang yang tidak dapat hadir pada saat acara.

Ajang tahunan fotografi Khayyam merupakan penghargaan di bidang fotografi di Iran yang mendapatkan lisensi dan standar dari Federasi Internasional Seni Fotografi (FSA). Sekitar 19.000 foto dari 56 negara turut dikirimkan untuk berpartisipasi dan Indonesia mengirimkan 186 foto.

Sumber: liputan.co.id (20/01/20)

Peneliti Rangkong Gading Indonesia Raih Whitley Award 2020, Inggris

Mei 5, 2020

Yokyok “Yoki” Hadiprakarsa, (45 tahun), peneliti dan konservasionis rangkong gading asal Indonesia, memperoleh penghargaan Whitley Award 2020 dari Inggris berkat kontribusinya selama 20 tahun menyuarakan pentingnya pelestarian burung Rangkong gading dan spesies rangkong lain yang ada di negeri ini.

Yoki, seperti dirilis Mongabay Indonesia dari Whitley Fund for Nature (29/4), memperoleh penghargaan Whitley Award atau yang sering disebut “Oscar Hijau” sebagai bentuk apresiasi terkait upayanya melindungi spesies rangkong gading (Rhinoplax vigil) dan spesies rangkong lainnya di Indonesia bersama enam orang lain dari berbagai negara.

“Sebagai penerima Whitley Award 2020, saya mengucapkan terima kasih telah diberi kepercayaan mendapaatkan penghargaan prestise di dunia untuk Konservasi Satwa Liar,” ujar Yoki.

Penghargaan ini sangat penting bagi upaya konservasi burung Rangkong gading di Indonesia, habitat dan populasi terbesar bagi burung yang megah ini. Namun, di sisi lain juga sumber terbesar perburuan perdagangan ilegal di dunia.

“Saya pribadi merasa bangga menerima penghargaan ini, namun saya hanya sebagai perantara untuk memastikan konservasi Rangkong terus berjalan di Indonesia,” ujarnya.
Baca selengkapnya…

Gita Swara Nassa Raih Juara1 International Folklore Festival & Competition di Austria

Maret 27, 2020

Siswa Sekolah Nasional Satu (Nassa School) Kota Bekasi yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) kesenian Gita Swara Nassa menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menyabet juara I di ajang IX International Folklore Festival and Competition in Vienna, Austria pada pertengahan Februari 2020.

Gita Swara Nassa berhasil menjadi yang terbaik di antara 571 peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara Eropa, seperti Belgia, Prancis, Kroasia, Romania, dan Yunani. Sedangkan dari ASEAN, selain Indonesia, Malaysia menjadi salah satu negara yang ikut memeriahkan ajang ini.

Pelatih sekaligus Pembina Ekskul Gita Swara Nassa, Mohammad Charles menuturkan, sebanyak 52 siswanya terlibat pada festival tersebut. “Mulai dari siswa kelas V hingga kelas XII yang terdiri dari pengiring, pemain angklung, dan penari,” ungkapnya.
Baca selengkapnya…

3 Siswi Madrasah Aliyah Kudus Raih Medali Ajang Inovasi & Teknologi di Thailand

Maret 26, 2020

Indra Faizatun Nisa, Novilla Dwi Candra, dan Alfi Fatimatuz Zahro, siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, berhasil membuat beras berbahan baku buah laut atau lamun, dan lewat karyanya tersebut mereka berhasil meraih medali perunggu pada Kompetisi Intellectual Property Invention di ajang Innovation and Technology Exposition 2020 di Bangkok, Thailand.

Ketiga siswi kelas 11 jurusan MIPA Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah itu berhasil membuat beras analog sebagai pengganti makanan alternatif beras. Beras analog adalah sebutan untuk beras yang berbahan baku dari selain padi.

Untuk membuat beras analog tidaklah sulit, bahan yang dibutuhkan adalah tepung buah lamun yang hanya tumbuh di laut, tepung mocaf, serta jagung. Ketiga bahan ini selanjutnya dicampur dengan komposisi perbandingan tujuh tiga dan satu, dan setelah tercampur selanjutnya dicetak menjadi butiran beras.

Beras analog ini juga diklaim aman dikonsumsi bagi penderita diabetes karena rendah glukosa serta memiliki zat antioksidan lebih dari delapan puluh persen.

Semoga karyanya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Congrats!

Sumber: kompas.tv (15/02/20)

Rahmah Ramadhani Jadi Delegasi Terbaik di Asia Youth International Model UN, Malaysia

Maret 20, 2020

Rahmah Ramadhani, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) memperoleh Grand Award sebagai Delegasi terbaik dalam konferensi Asia Youth International Model United Nations yang diselenggarakan pada 15 – 18 Februari 2020 di Sunway Putra Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia.

Asia Youth International Model United Nations merupakan simulasi sidang PBB bergengsi. Setiap delegasinya dituntut menjadi diplomat negaranya dengan menerapkan skill public speaking, debating, diplomating, brainstorming, hingga collaborating.

Lebih dari 500 peserta bersaing dalam 6 council. Peserta tersebut berasal dari berbagai negara dari benua Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa. Rahmah sendiri berlomba engan 95 delegasi lainnya sebagai delegasi Netherlands di SOCHUM, dengan topik Combating Xenophobia and Bigotry in Sovereign Countries.
Baca selengkapnya…

Tim Mahasiswa UGM Raih 3 Penghargaan di Asian Youth Innovation Awards, Malaysia

Maret 18, 2020

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mencetak prestasi membanggakan. Dua tim mahasiswanya berhasil meraih 3 penghargaan di ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA)-Malaysia Technology Expo 2020 yang berlangsung pada 20-22 Februari 2020 di Putra World Trade Center (MTE), Malaysia.

Dalam acara yang diikuti ratusan peserta dan menghadirkan 413 inovasi dari berbagai negara dunia ini, 2 tim UGM sukses membawa pulang medali emas, perak, dan special award. Penghargaan diperoleh dari dua kategori, yakni kategori social innovation and enterpreneurial management dan kategori ICT.
Baca selengkapnya…