Skip to content

Braling Wisnu Satriya: Bulu Mata Palsu Produksinya Dipakai Selebritis Dunia

Oktober 26, 2014

bws di indonesiaproud wordpress comPada umumnya, wanita ingin selalu tampil cantik dan menarik. Oleh karenanya, aksesoris kecantikan menjadi incaran para kaum hawa. Salah satu aksesoris penunjang kecantikan ini adalah bulu mata.

Namun, tahukah anda bahwa bulu mata produksi PT Braling Wisnu Satriya di Purbalingga, berhasil menembus pasar mancanegara, bahkan telah dipakai oleh selebritis dunia, seperti Paris Hilton, Katy Perry, Angelina Jolie, Adele, Scherzinger atau Jennifer Lopez.

Dengan produk bulu mata buatan, perusahaan yang bermarkas di Desa Kalikabong, Kec. Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah, ini berhasil menjejakkan kakinya di pasar global. Sampai saat ini, bulu mata produksi PT Braling Wisnu Satriya ini telah diekspor ke Korea Selatan, Jepang, Australia, Inggris, Amerika, dan Nigeria.

Industri bulu mata yang berdiri sejak 2009 ini memang sejak awal telah ditujukan untuk pasaran ekspor. “Kami memang tujukan untuk pasar luar negeri, 90%-nya untuk ekspor, 10%-nya di dalam negeri. Itu pun yang untuk dalam negeri adalah sisa ekspor,” ujar Dennis Aditya Salim, Vice Director PT. Braling Wisnu Satriya.

Ada dua jenis bulu mata yang diproduksi oleh industri ini, yaitu berbahan rambut asli dengan harga Rp 4-5 ribu per pasang dan berbahan sintetik Rp 3-4 ribu per pasang. “Tiap negara berbeda-beda permintaannya, kalau Amerika dan Eropa biasanya lebih suka yang human hair, tetapi kalau Nigeria lebih ke sintetik karena mereka sudah yang tebal,” lanjutnya.

Dennis mengakui, untuk dapat menembus pasar ekspor memang tidak mudah, faktor kualitas menjadi penentu apakah suatu produk dapat diterima atau tidak. Dalam memasarkan produknya ini, dia sendiri mengaku belum mendapat kendala yang besar baik dalam proses ekspor mau pun pada pasokan bahan baku.

Sementara untuk pasar dalam negeri, permintaan banyak datang dari kota-kota besar seperti Surabaya Bandung dan Jakarta, namun hanya dalam jumlah yang kecil. Menurutnya, konsumen dalam negeri kurang meminati bulu mata produksinya ini karena terbentur pada masalah harga yang lebih mahal dibanding bulu mata yang dijual di pasaran.

Kedepannya, Dennis berharap bulu mata ini dapat diekspor ke lebih banyak negara. “Kalau untuk saat ini yang paling realistis kita tengah melakukan penjajakan dengan Prancis. Kita juga belum berencana menambah pabrik, masih hanya akan fokus yang di Purbalingga saja,” tandasnya.

Sumber: dw.de (23/10/14), bisnis.liputan6.com,  kabarinews.com (18/10/13)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: