Skip to content

Tri Handoko: Mengubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak

Desember 1, 2011

sumber energi dr limbah plastik di indonesiaproud wordpress com

Di tangan Tri Handoko, ribuan ton limbah plastik yang menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) kota Madiun, Jawa Timur, diubah menjadi bahan bakar minyak bernilai jual, seperti solar dan premium, dengan teknologi tepat guna.

Inovasi Tri Handoko tersebut menginspirasi hingga lintas daerah. Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Banjarmasin pun melakukan studi banding. Sejumlah pengusaha menawarkan kerja sama bisnis.

Tri adalah pengajar listrik dasar dan elektrolisis pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Madiun. Inovasinya didasari kegelisahannya atas tumpukan limbah plastik di banyak kota.

Peraih gelar master Mekatronika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini memulai riset ketika terlibat dalam tim peneliti bahan bakar minyak (BBM) alternatif berbahan dasar air yang menghebohkan Indonesia tahun 2008. Saat itu, ia mulai belajar hidrokarbon hingga memperdalam metode pengguntingan rantai karbon.

Kemudian, ia merancang teknologinya. Sistem kerja yang digunakan adalah pirolisis atau destilasi kering. Limbah plastik dipanaskan di atas suhu leburnya sehingga berubah jadi uap.

Proses pemanasan ini menyebabkan perekahan pada molekul polimer plastik menjadi potongan molekul yang lebih pendek. Selanjutnya, molekul-molekul ini didinginkan jadi fase cair.

Cairan yang dihasilkan jadi bahan dasar minyak atau minyak mentah. Dengan destilasi ulang menggunakan temperatur berbeda, yakni mengacu pada titik uap, minyak mentah diproses menjadi premium atau solar.

”Jika suhu pemanasan yang digunakan di atas 100 derajat celsius, yang dihasilkan adalah zat yang mendekati atau memiliki unsur sama dengan premium. Tinggal mengembunkan lagi uapnya, kita dapat premium,” ujarnya.

Konsep dasarnya mengambil unsur karbon (C) dari polimer penyusun plastik. Polimer tersusun dari hidrokarbon, yakni rangkaian antara atom karbon (CO2) dan hidrogen (H2O).

Untuk menghasilkan premium perlu rantai hidrokarbon dengan molekul lebih pendek, yakni C6-C10. Untuk menghasilkan minyak tanah dan solar perlu rantai hidrokarbon dengan molekul lebih panjang, yakni C11–C15 (minyak tanah) dan C16-C20 (solar).

Pada proses akhir perlu refinery, yakni pengolahan bahan baku minyak menjadi minyak siap digunakan. Caranya, dengan mencuci, penambahan aditif, mereduksi kandungan gum atau zat beracun, dan mengklasifikasikan atau mengelompokkan berdasarkan panjang rantai hidrokarbon.

Untuk memproses limbah plastik menjadi bahan bakar yang dikehendaki perlu alat. Sekilas, bentuk alat mirip tripod kamera atau handycam dengan sejumlah kaki penopang. Yang diutamakan adalah fungsinya.

Alat pemroses

Bagi Tri, alat tak harus menggunakan material berkualitas tinggi. Alat bisa dibangun dari material bekas, disesuaikan kemampuan pembuat dan kapasitas limbah yang akan diolah. Alat yang dipakai bisa berbiaya Rp 650.000 hingga Rp 100 juta, tergantung kebutuhan.

Alat terdiri atas saluran pemasukan atau intake manipul dari besi. Fungsinya, memasukkan sampah plastik ke dalam tangki reaktor di atas tungku pembakar. Bahan bakarnya bisa limbah kayu bekas atau gas elpiji. Bahkan, juga gas metan hasil pembakaran sampah sehingga lebih ekonomis.

Untuk memperoleh uap, tangki reaktor dihubungkan kondensor atau pengembun yang berada di atas tangki. Diperlukan minimal dua kondensor untuk memisahkan uap yang mengandung rantai molekul pendek dengan uap yang mengandung rantai molekul panjang. Penyaluran uap ini menggunakan pipa besi sehingga tahan suhu tinggi atau panas.

Selanjutnya, pada setiap kondensor dipasang pipa penyalur untuk mengalirkan embun dari uap yang dihasilkan. Tetes demi tetes embun ditampung dalam botol sebelum proses refinery. Begitulah rangkaian proses pembuatan minyak berbahan limbah plastik.

Satu kg limbah plastik menghasilkan 1 liter bahan dasar minyak atau minyak mentah. Ketika diolah jadi premium atau solar, hasilnya tinggal 0,8-0,9 liter. Kotoran yang melekat pada plastik turut memengaruhi. Demikian pula kualitas plastik yang dipakai. Makin bagus kualitas plastik yang diolah, makin tinggi pula hasil yang didapat.

Sejauh ini, alat terbesar yang diaplikasikan di tempat pembuangan akhir berkapasitas 15 meter kubik per hari. Dana pembuatan alat ini sekitar Rp 50 juta, termasuk biaya destilasi ulang atau refinery secara terpisah.

Uji laboratorium

Hasil uji laboratorium SMKN 3 Kota Madiun menunjukkan, solar limbah plastik menghidupkan mesin pemotong rumput. Meski belum diuji coba pada kendaraan bermotor, premium limbah plastik telah diuji kromatografi gas pada laboratorium PT Sucofindo.

Kepala SMKN 3 Kota Madiun Sulaksono Tavip Rijanto mengatakan, inovasi itu memenangi kompetisi Teknologi Tepat Guna tingkat kota, dan dipamerkan pada Toyota Eco-Youth VI Jakarta.

Manfaat yang lebih diharapkan dari inovasi adalah membantu mengatasi masalah lingkungan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan tawaran solusi mencari energi alternatif.

Sumber: kompas.com

43 Komentar leave one →
  1. uungferi permalink
    Desember 3, 2011 11:35 am

    wahhhh hebat nih,….. brillian

  2. faizin permalink
    Januari 20, 2012 11:35 pm

    yth pak Tri Handoko
    Saya mau tanya bagaimana proses pencucian minyak dan bahan aditif apa yg di gunakan. Trimakasih sebelumnya.

  3. Februari 10, 2012 11:35 am

    pak sy sigit dari madiun jg
    alamat bapak dimana ?
    saya jg bergerak di bidang limbah plastik barangkali bisa kerjasama
    makasih
    email: siget007@gmail.com

  4. Maret 2, 2012 11:35 pm

    Keren bos,
    tapi apa ini betulan?

  5. Maret 7, 2012 11:35 am

    Bapak, mohon dijelaskan lebih lanjut tentang ukuran kondensor 1 dan 2
    jarak antara kondensor 1 dan 2 dan tungku pembakaran
    lebih tepatnya tentang spesifikasi kondensornya pak
    agak bingung nih…maklum pemula.

    Terima kasih banyak sharingnya…

  6. Maret 19, 2012 11:35 am

    Bisa kami minta nomor kontak Pak Tri Handoko?

  7. Maret 20, 2012 11:35 am

    Dibutuhkan berapa kg plastik utk menghasilkan 1 liter bensin pak. Terus harga jualnya brp ? lebih mahal mana dg plastik atau BBM pertamina ?

  8. alex permalink
    Maret 27, 2012 11:35 am

    boleh saya minta nomor kontak pak tri handoko? terima kasih

  9. salman permalink
    April 2, 2012 11:35 am

    Perlukah katalis dalam pengolahan plastik tersebut menjadi BBM?

  10. cogansie permalink
    April 12, 2012 11:35 am

    Saya tertarik sekali dengan hasil penemuan Pak Tri ini. Apakah alat hasil penemuan bapak ini sudah dijual di pasaran?

  11. April 26, 2012 11:35 am

    Acungan jempol buat Bpk. Tri Handoko. Apakah alat ini bisa dipesan, berapa harganya untuk skala rumah tangga? Tks

  12. Wong Ndeso permalink
    Juli 10, 2012 11:35 am

    Kami sebagai warga Madiun Khususnya BMD Syariah turut bangga dengan prestasi yang diraih oleh Bpk Tri Handoko…… Semoga bisa membawa manfaat utk orang banyak…….

  13. saeful muzad permalink
    Agustus 26, 2012 11:35 am

    Boss, apa sdh operasional? Mohon no telpnya. Telp saya di 082136232666
    Saya minat dg penemuan bapak.

  14. agung permalink
    September 30, 2012 11:35 pm

    pak saya pesan 2 alat yang 1kg sampah bisa ndak kl perlu um sy telp ke 081390235115/0246709964 an agung

  15. Oktober 5, 2012 11:35 pm

    Terimakasih untuk semuanya, bagi yang ingin share tentang proses pengelolaan limbah plastik, bisa hubungi tlp SMKN 3 Madiun 0351457359 atau HP 081330411417, kisah perjalanan alat ini bisa dibaca di http://givuin.blogspot.com bisa lewat e-mail : tri_madiun@yahoo.com

  16. Desember 1, 2012 11:35 am

    Saya sangat kagum dengan alat pengolah sampah plastik menjadi bensin skala rumahan ini. Setelah menjadi minyak mentah untuk mengolah menjadi bensin dalam skala yang kecil ini alat yang digunakan seperti apa pak ?
    Btw Izin share ya pak.

  17. azmi permalink
    Januari 1, 2013 11:35 am

    bagaimana cara memanaskan tabung gasnya?

  18. Januari 1, 2013 11:35 am

    bgm cara memdmanas kan tabung gas nya

  19. Januari 12, 2013 11:35 am

    Reblogged this on This is All About Energy.

  20. Juni 13, 2013 11:35 am

    Pak TRI ,, kalo destlasi dengan temp tinggi malah carbon berat yg keluar dari destilasi ,, gimana mas tri ,, kok makin panas makin baik ,, secara – sewaktu panas mendekati 100 derajat ,, yg bbm kualitas udah pergi duluan alias menguap paling atas hahahha piye iki pak TRI

  21. fendi permalink
    Juni 24, 2013 11:35 am

    Saya Fendi dari kota Bengkulu sangat berminta dengan alat mengubah limbah plastik menjadi BBM. Tolong ya pak no hpnya kirim ke email saya, fenditanjaya@gmail.com. Saya mau beli alat pak Tri Handoko.

  22. Juni 29, 2013 11:35 am

    bisa dijelaskan cara pembuatan alatnya…
    terimakasih

  23. Juli 2, 2013 11:35 am

    boleh dipesan kah? bagus nih buat membersihkan kota dari tumpukan sampah.:)

    • Juni 10, 2014 11:35 am

      MOHON TOLONG DIBERIKAN ALAMAT KANTOR/SEKOLAH/RUMAH DARI BP. TRI HANDOKO, LENGKAP DENGAN NOMOR HP-nya DONG, SERTA EMAIL ADDRESSnya sekalian….. TERIMAKASIH BANYAK BANGET…..

      MAU BELI MESIN BELIAU.

      LUKAS ZAILANI Mobile Cellphone Number : 0812-8611-0212.

      email address > cungweilung@gmail.com

  24. Juli 2, 2013 11:35 am

    Pak Tri Handoko, memang bukan penemuan, tapi inovasi yang sangat bagus. Bagaimana caranya ikut membuat alias mau belajar dan bekerja sama dengan anda? Mohon alamat e-mail anda atau nomor HP? SERIUS KAMI BERSAMA TEMAN-TEMAN DI KOMPLEK KOMPAS 3, CIPUTAT mau menghapuskan polusi bersama anda! TERIMA KASIH. NOMOR HP saya: 021-95182009

  25. guntur as permalink
    Agustus 17, 2013 11:35 am

    Sungguh banyak putri-putri terbaik dan inovatif dari bangsa ini, tapi sayang sesuatu hal yg sdh diupayakan gak aplikasikan scr serius lg untuk kemaslahatn masyarakat kita (ga dipublikasikan biar masyarakat pada ngerti smua).

    salam

  26. Puspito permalink
    November 1, 2013 11:35 am

    Trimakasih, ini bermanfaat untuk saya dan anak didik

  27. faiz permalink
    Januari 7, 2014 11:35 pm

    pipanya apa harus pipa besi
    trims

  28. Januari 16, 2014 11:35 am

    Wah, penemuan yang sangat bermanfaat. Semoga bisa berkembang ke depan nya.

  29. Februari 26, 2014 11:35 am

    bagus dan dapat mengurangi gunungan sampah plastik, ttp untuk bbm bisa kiranya dijelaskan rendemen dan effisiensi dalam proses daur tersebut.

  30. tomi permalink
    Maret 27, 2014 11:35 am

    maaf pak mw tanya kira2 jenis kondensor apa yg lebih baik digunakan untuk mesin seperti ini apakah vertical condenser atau horizontal condenser?

    trims..

  31. agus permalink
    Juni 5, 2014 11:35 am

    pak mengenai legalitas menjual hasil miyak tersebut bagaimana?

Trackbacks

  1. Tri Handoko: Mengubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak « Seven Link-Net – Updated news from all source (Design by 7linknet)
  2. BBM Dari Sampah Plastik
  3. BBM Dari Sampah Plastik | alayers
  4. BBM dari Sampah Plastik « CENDEKIA
  5. Tri Handoko: Mengubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak
  6. Mengubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak | DNAeducation1
  7. (Andai) Unit Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Minyak Bumi | @widikrisna
  8. Karya ciptaan yang belum dipatenkan « Web Developer
  9. Karya cipta Indonesia | Iaammm's Blog
  10. Tri Handoko: Mengubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak | rickyamni's Blog

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.595 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: