Lanjut ke konten

Kerajinan Dari Kulit Jagung & Pelepah Pisang Jatim Tembus Pasar Internasional

November 10, 2010

Kulit jagung dan pelepah pisang kerap kali tidak diperhatikan, bahkan dianggap sampah sehingga biasanya buang. Padahal, jika kreatif, limbah organik ini bisa diolah menjadi pupuk kompos. Namun, nilai jualnya tidak terlalu tinggi. Kenyataannya, sampah kulit jagung bisa disulap menjadi sangat bernilai dan bisa menerobos pasar internasional.

Ketika olahan limbah menghasilkan kerajinan cantik menarik mata, nilainya pun naik berlipat-lipat. Dari ketekunan dan keterampilan tangan, penghasilan tambahan diperoleh. Salah satu yang menikmati tambahan pendapatan ini adalah Sumiyati (42).

Warga asal Trenggalek ini mengerjakan bunga dan beragam kerajinan berbahan limbah seperti kulit jagung, pelepah pisang, dan biji-bijian sambil bekerja di Surabaya.

Setiap karya bros berbentuk bunga bisa dijual mulai beberapa ribu rupiah sampai puluhan ribu. Bunga kering berbahan klobot yang sudah diolah dan diwarnai harganya sekitar Rp 15.000.

Tentu saja, semakin banyak tumpukan mahkota bunga dan rumit, pembuatannya pasti butuh waktu. Bahan limbah bisa juga dibuat menjadi beragam jenis boneka yang dijual seharga Rp 75.000.

Kerajinan menjadi sangat unik dan menarik. Karenanya, sebagian karya dibawa beberapa warga ke luar negeri untuk dijual kembali seperti Spanyol dan Jepang.

Salah satu yang paling disukai konsumen luar negeri adalah kerajinan berbentuk bunga mawar. Selain itu, tentu saja kerajinan ini dipasarkan di berbagai kota di Indonesia termasuk di Surabaya.

”Sebenarnya bukan ekspor kerajinan, tetapi hanya menyiapkan untuk teman yang membeli kerajinan dan membawanya keluar negeri. Kalau mengurus ekspor, repot,” tutur Soepartini, istri Prof dr Soebandiri, yang lebih sering dipanggil Tien (65) yang membantu pemasaran kerajinan klobot dan pelepah dari para perajin di Surabaya, Malang, Gresik, dan Sidoarjo.

Mengerjakan bunga berbahan klobot dan pelepah pisang memerlukan ketekunan tersendiri. Sebelum dibentuk menjadi bunga, kulit jagung dan pelepah harus dibersihkan dan diawetkan dengan hidrogen peroksida (H2O2).

Kulit jagung pun menjadi putih dan tahan lama. Bahkan, menurut mantan Ketua Asosiasi Bunga Kering dan Bunga Buatan Jatim ini, kerajinan boneka yang dimilikinya tidak rusak meski sudah berusia lima tahun. Kuncinya, tidak kena air dan dibersihkan dari debu dengan kuas.

Setelah diawetkan dan diberi pewarna sesuai kebutuhan, lembaran klobot dipotong dengan ukuran panjang dan lebar sesuai selara. Potongan lalu dibentuk dengan alat supaya terlihat seperti mahkota bunga yang indah.

Setelah mahkota siap, putik dan benang sari disiapkan sebelum mahkota ditempelkan satu per satu. Bunga kemudian dipasang pada tangkai. Daun melengkapi bunga kering untuk penghias rumah. Selanjutnya, tangkai dililit dengan krep berwarna hijau daun.

Rumit, tetapi sepadan dengan ketekunan yang diberikan. Bunga klobot dan kerajinan pelepah yang unik dan menarik.

Sumber: Kompas, buwiryo

5 Komentar leave one →
  1. kanti permalink
    November 26, 2010 11:35 am

    Mau tanya, alamat ibu ini dimana ya? Di Surabaya ga?
    Saya ingin tahu lebih lanjut mengenai kerajinan tangan ini.
    Makasih.

  2. Intan permatasari permalink
    Mei 16, 2011 11:35 pm

    Boleh tahu dimana alamat Ibu Soepartini? Saya tertarik dengan kerajinan yang Ibu lakukan. Saya pribadi senang dengan segala macam kerajinan tangan. Bolehkah saya mengunjungi galeri Ibu? Terima kasih atas perhatiannya. Saya berharap besar Ibu mau mengabulkan permohonan kami.

  3. desi permalink
    Mei 14, 2012 11:35 pm

    Ibu alamat anda di mana? Saya ingin bergabung.
    Soalnya saya juga suka kerajinan. Sudah lama saya ingin mengembangkan bakat ini.

  4. fani permalink
    Juli 12, 2013 11:35 am

    untuk alamat yg dmalang ada bu?

  5. Oktober 8, 2013 11:35 pm

    kebetulan lagi punya bahan klobot jagung, jadi pengen eksperimen juga nih… ^ ^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.224 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: