Lanjut ke konten

Merry Riana: Jadi Miliader Sebelum Usia 30 Tahun di Singapura

Juli 21, 2011

Tak banyak orang yang memiliki mimpi seperti gadis kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980 ini. Saat usianya menginjak 20 tahun, Merry Riana punya mimpi ingin mendapatkan ”kebebasan” finansial sebelum berusia 30 tahun. Mimpi itu akhirnya terwujud.

Hanya setahun setelah dia bekerja, tepatnya di usia 23 tahun, Merry sudah berpenghasilan 220.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 1,5 miliar dengan nilai tukar saat ini.

Setahun berikutnya, yaitu pada tahun 2004, dia mendirikan perusahaan Merry Riana Organization (MRO) dan menjadi Group Director-nya. Dua tahun berikutnya, di usia 26 tahun, penghasilan totalnya mencapai 1 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 7 miliar.

Popularitas Merry melesat. Dia banyak diberitakan media massa di Singapura sebagai miliarder di usia muda.

Mengapa Singapura?

Meski lahir di Jakarta dari orangtua yang warga Indonesia, Merry mengawali karier sebagai konsultan keuangan, pengusaha, dan menjadi motivator di Singapura. Sejak lulus SMA, anak pertama dari tiga bersaudara ini ”mengungsi” ke Negeri Singa.

”Ya, sudah lama juga saya di Singapura. Meski rencana kembali ke Indonesia belum terlaksana, setidaknya pada tahun ini saya lebih sering datang ke Indonesia karena lebih banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini,” kata nyonya Alva Tjenderasa ini.

Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kejadian tersebut. Orangtua Merry kemudian memutuskan mengirimkan putrinya ke Singapura dengan alasan keselamatan.

”Waktu itu rasanya seperti ada dalam film perang. Saya diminta pergi agar saya selamat,” kata Merry merasakan kesedihan yang terjadi 13 tahun lalu.

Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Tak hanya untuk biaya kuliah, tetapi juga untuk hidup sehari-hari. ”Utang saya totalnya 40.000 dollar Singapura,” kata Merry.

Dengan uang saku hanya 10 dollar per minggu, hidupnya harus superhemat. Untuk makan, misalnya, Merry lebih sering makan roti atau mi instan, atau bahkan berpuasa.

Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ”Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut,” ujar Merry.

Meski sudah ada mimpi dan didukung semangat, Merry belum menentukan cara mewujudkannya. Pikirannya baru terbuka setelah magang di perusahaan produsen semikonduktor.

Dari pengalaman ini, Merry melakukan hitung-hitungan, seandainya dia menjadi karyawan perusahaan seusai kuliah. ”Dari perhitungan tersebut, ternyata saya baru bisa melunasi utang dalam waktu 10 tahun, tanpa tabungan. Kalau begitu caranya, mimpi saya tak akan terwujud,” kata Merry yang akhirnya memutuskan memilih jalan berwirausaha untuk mencapai mimpinya.

Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis.

Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah.

Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses, dia memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Kerja kerasnya menjual berbagai produk keuangan, seperti tabungan, asuransi, dan kartu kredit, hingga 14 jam sehari mulai membuahkan hasil. Dalam waktu enam bulan setelah bekerja, Merry bisa melunasi utang pada Pemerintah Singapura. Tunai!

Kesuksesan lain pun datang. Karena kinerjanya, Merry bisa membentuk tim sendiri hingga akhirnya mendirikan MRO. Dengan penghasilan total 1 juta dollar Singapura di usia 26 tahun, ambisi Merry saat berusia 20 tahun terwujud.

Berbagi

Seiring usia yang kian dewasa, menghasilkan uang hingga jutaan dollar bukan menjadi satu-satunya tujuan hidup Merry. Pengagum Oprah Winfrey ini lebih menikmati hidup ketika orang lain memperoleh kesuksesan seperti dia.

Pengalaman meraih sukses dibagikan kepada orang lain dengan berbagai cara, seperti menjadi pembicara di seminar, perusahaan, sekolah, serta melalui media seperti jejaring sosial, media massa, dan menulis buku.

Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya.

Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia.

Ingin Seperti MacGyver

Merry, yang sukses di bidang jasa keuangan dan kian sibuk dengan kegiatannya menjadi motivator, pernah punya cita-cita lain. Sewaktu kecil, anak sulung dari Suanto Sosrosaputro (62) dan Lynda Sanian (62) ini pernah punya keinginan untuk menjadi seperti sang ayah yang seorang insinyur elektro.

”Waktu kecil, kalau ditanya mau jadi apa, saya selalu jawab ingin seperti papa. Saya senang melihat papa mengutak-atik peralatan elektronik, seperti MacGyver,” kata Merry.

Cita-cita ini bahkan melekat hingga lulus SMA. Merry kuliah S-1 di Jurusan Teknik Elektro Nanyang Technological University Singapura (1998-2002) setelah sebelumnya bercita-cita kuliah dengan jurusan yang sama di Universitas Trisakti.

Namun, perjalanan hidup Merry berubah. Meski bisa meraih gelar insinyur dalam waktu empat tahun, ilmu elektro yang dikuasainya tak terpakai dalam kariernya.

Paling-paling dipakai di rumah. Kalau TV atau kulkas rusak, saya masih bisa memperbaiki, he-he-he. Tetapi, bukan berarti kuliah saya tak berguna. Semua proses yang saya jalani selama kuliah, telah membawa saya menjadi seperti sekarang ini,” kata ibu dari Alvernia Mary Liu ini.

Dalam perjalanan hidupnya, ada beberapa penghargaan yang telah ia raih, yakni menjadi salah satu pengusaha terbaik di Singapura dari Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura (2008), terpilih sebagai salah satu wanita paling sukses dan inspiratif dari Menteri Kepemudaan dan Olahraga Singapura (2010), Wanita paling inspiratif pada salah satu majalah bulanan Inspirational Woman Magazine (2011), menjadi salah satu eksekutif paling profesional dari penampilan dan keahlian berkomunikasi dari surat kabar My Paper, Singapura (2010), serta menjadi Duta LG Asia, Watson, dan Canon (2010-2011)

Sumber: female.Kompas.com

lanjutan video 2, video 3, video 4, video 5, dan video 6

21 Komentar leave one →
  1. Juli 21, 2011 11:35 pm

    Luar biasa….info ini sangat menarik dan inspiratif, thanks…

  2. suwondo permalink
    Juli 24, 2011 11:35 pm

    Tetap semangat…dan sukses terus! Ingin maju dan berhasil seperti anda, tapi usia tidak muda lagi…Bagaimana langkahnya!
    Thanks.

  3. Juli 26, 2011 11:35 am

    Sooo inspired…

  4. Juli 26, 2011 11:35 am

    Sangat salut sekali dengan milestone Bu Merry.
    Serasa flashback…Tapi sungguh luar biasa, Bu Merry tetap bisa bertahan dan terus berjuang dalam mewujudkan impiannya di saat muda beliau.

    Anda layak menjadi panutan bagi para mudi di tanah air Bu..
    Menanti sentuhan “Gift friend”nya di Indonesia please feel free to contacting me.

    Salam Excellent,
    Alfian Anjar

  5. Rode nova permalink
    Juli 26, 2011 11:35 am

    Sangat menginspirasi.
    sukses terus buat bu merry dan buat kita semua. 🙂
    God bless 🙂

  6. Juli 31, 2011 11:35 pm

    Terus semangat….

  7. Lian permalink
    Agustus 23, 2011 11:35 am

    Dear Indonesia and its viewers,

    Apakah kita pernah bertanya dengan akal sehat: apakah mungkin mendapatkan uang Rp 1.5 M dalam masa hanya satu tahun saja. Bisa anda gali lebih dalam sebenarnya apa bisnis Ibu Merry ini? Dalam cerita hanya singkat saja disebut usaha ibu merry di bidang financial service.

    Saat ini memang lebih mudah mendapatkan uang dengan bekerja di sector financial service (termasuk main saham, MLM) tapi kita semua tahu bahwa sektor financial service lebih bersifat “gambling”, dapat uang dengan memutar uang orang lain. Hasilnya: financial crisis which drags down every innocent citizen.

    I have more respects dengan orang yang bekerja keras di sektor real di mana dia juga mengerakkan perekonomian nyata dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain.

    • Agustus 23, 2011 11:35 am

      Sebaiknya Lilian mengkonfirmasi hal yg menjadi keraguan tsb dg menghubungi Ibu Merry supaya jelas, Okay!

    • Desember 18, 2011 11:35 pm

      Baca Buku beliau Mimpi Sejuta Dollar. Disitu dibahas tuntas pertanyaan Anda

    • Oktober 22, 2012 11:35 pm

      Sayang sekali pikiran anda sempit, itu juga yg menyebabkan anda tidak bisa mendapatkan uang 1,5Milyard dlm kurang dr setahun.. mungkin butuh bbrp tahun untuk anda.. ini soal realitas di dalam kepala anda.. bila anda anggap bisa, maka itu menjadi mungkin untuk anda.. namun bila anda pikir itu tidak mungkin maka seumur hidup anda akan tetap tidak dapat melakukannya.. pertanyaan anda ‘cukup’ menggambarkan kualitas anda.. and thats funny for me… LOL!

  8. setyo handoko permalink
    Oktober 23, 2011 11:35 pm

    Hebat…Indonesia hebat. Musti belajar dr mereka mereka yang kehidupannya bebas finansial.

  9. rini permalink
    November 18, 2011 11:35 pm

    Sangat-sangat menginspirasi. Terima kasih telah berbagi…

  10. Riana Susanti permalink
    Desember 15, 2011 11:35 am

    Saya ingin sukses seperti Ibu Merry, bukan hanya materi tapi dalam semua aspek kehidupan.. terima kasih sudah memberi motivasi agar tidak mudah menyerah meskipun pernah mengalami kegagalan.

  11. Rhia permalink
    Desember 18, 2011 11:35 pm

    Saya ingin sekali seperti Che2 Merry,
    Saya berumur 20thn & sekereng kuliah di salah satu universitas swasta di Medan, saya mempunyai mimpi saya ingin sukses di usia dini. Mohon diberikan Kunci kesuksesan itu che…

  12. Wayan Wayan Sarwa permalink
    Desember 18, 2011 11:35 pm

    Luar biasa … Salut ! Semoga semakin sukses, saya belajar banyak dari Anda. Saya juga telah ikuti tweetnya Anda, sungguh menggugah hati saya, karena motivasi kata2 bijak Anda sangat menyentuh dan mampu menggugah – mengubah cara pandang saya selaku entrepreneur kecil. Sekali lagi Selamat dan Sukses buat Merry Riana. Mudah2an saya kelularan jadi milyader. -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ ..

  13. Fitriati Hasibuan permalink
    Desember 18, 2011 11:35 pm

    Sangat kagum…berharap dan berdoa semoga anak gadis saya bisa mengikuti jejak ketegaran dan kesuksesan spt ibu Merry, karena kalau utk diri sendiri tdk berani lagi berharap krn sudah tua. Sukses terus ibu Merry. Thanks!

  14. Februari 3, 2012 11:35 pm

    that’s really amazing… aku mulai percaya siapapun dan apapun latarbelakangnya asal memiliki mimpi yang luar biasa, maka orang itu akan menjadi orang luar biasa pula.. jangan takut untuk bermimpi dan kemudian mewujudkan mimpi itu.. 🙂

  15. Maret 30, 2012 11:35 am

    Saya sudah mulai mengejar bu mery, Im the next

  16. santo kurniawan permalink
    Juni 5, 2012 11:35 am

    you are my inspiration, i will be there soon……

  17. Gasper Gaman permalink
    November 16, 2020 11:35 am

    Terima kasih untuk pengalaman yg menginspirasikan. Sukses selalu, ibu Mery

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: